logo-raywhite-offcanvas

23 Jan 2026 NEWS 6 min read

Kelelawar Bersarang di Plafon? Kenali Bahaya Kesehatan dan Cara Mengusirnya Secara Efektif

Memiliki rumah yang nyaman adalah impian semua orang, namun kenyamanan itu bisa terusik ketika suara kepakan sayap dan cicitan aneh mulai terdengar dari arah plafon ...


Memiliki rumah yang nyaman adalah impian semua orang, namun kenyamanan itu bisa terusik ketika suara kepakan sayap dan cicitan aneh mulai terdengar dari arah plafon saat malam hari. Ya, kelelawar seringkali menjadi masalah bagi pemilik rumah, terutama mereka yang tinggal di dekat area terbuka atau memiliki bangunan dengan banyak celah di bagian atas. 

Meskipun kelelawar berperan penting dalam ekosistem seperti penyerbukan bunga dan pengendalian populasi serangga, keberadaan mereka di dalam rumah bisa mendatangkan berbagai masalah, mulai dari aroma tidak sedap hingga risiko kesehatan yang serius.

Artikel ini akan membahas secara tuntas mengapa kelelawar menyukai rumah Anda, bahaya yang mengintai di balik keberadaan mereka, hingga langkah-langkah konkret dan etis untuk mengusir mereka tanpa harus menyakiti makhluk nokturnal ini.

Mengapa Kelelawar Sering Ada Di Rumah Anda?

Sebelum melangkah ke cara pengusiran, penting bagi kita untuk memahami psikologi dan alasan di balik kedatangan kelelawar. Kelelawar adalah makhluk yang cerdas dalam memilih tempat tinggal. Mereka mencari lokasi yang menawarkan tiga hal utama: kegelapan yang konsisten, suhu yang stabil (hangat namun tidak panas menyengat), dan perlindungan dari predator seperti burung hantu atau kucing.

Plafon rumah, ruang bawah atap (attic), atau celah di balik dinding kayu adalah hotel bintang lima bagi mereka. Selain itu, jika rumah Anda dekat dengan sumber makanan seperti pohon buah-buahan atau area yang banyak nyamuknya, kemungkinan besar kelelawar akan menganggap rumah Anda sebagai lokasi strategis. 

Mereka hanya membutuhkan celah sekecil ibu jari manusia untuk menyelinap masuk. Begitu satu koloni merasa nyaman, mereka akan meninggalkan jejak aroma (feromon) yang mengundang kelelawar lain untuk bergabung, sehingga masalah ini tidak akan hilang dengan sendirinya jika tidak segera ditangani.

Tanda-Tanda Adanya Kelelawar di Dalam Rumah

Sering kali pemilik rumah terlambat menyadari adanya infeksi kelelawar sampai koloninya sudah membesar. Berikut adalah beberapa tanda yang harus Anda waspadai:

  1. Suara Berisik di Malam Hari: Kelelawar bersifat nokturnal. Jika Anda mendengar suara cicitan tinggi, kepakan sayap, atau suara kuku yang menggaruk kayu di area plafon antara waktu senja hingga subuh, itu adalah indikasi kuat.

  2. Kotoran (Guano): Ini adalah tanda paling jelas. Guano berbentuk butiran kecil lonjong berwarna hitam atau coklat gelap. Berbeda dengan kotoran tikus yang keras, guano kelelawar cenderung hancur menjadi bubuk yang berkilau (karena sisa-sisa sayap serangga yang mereka makan) jika ditekan.

  3. Bau Amonia yang Menyengat: Urin dan tumpukan kotoran kelelawar menghasilkan bau amonia yang sangat kuat. Jika ruangan di bawah plafon Anda mulai berbau pesing yang tajam dan tidak kunjung hilang meski sudah dibersihkan, kemungkinan ada koloni besar di atasnya.

  4. Noda Berminyak pada Celah: Kelelawar memiliki minyak alami pada bulunya. Saat mereka sering keluar masuk melalui celah yang sama, mereka akan meninggalkan noda kehitaman atau kecoklatan yang terlihat berminyak di sekitar lubang masuk tersebut.

Bahaya Kesehatan dan Risiko Kerusakan Bangunan

Kehadiran kelelawar bukan sekadar masalah estetika atau kebisingan. Ada konsekuensi serius jika keberadaan mereka dibiarkan dalam jangka waktu lama. Secara medis, kotoran kelelawar dapat menjadi media pertumbuhan jamur Histoplasma capsulatum

Jika spora jamur ini terhirup oleh manusia, dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang disebut Histoplasmosis. Gejalanya mirip dengan flu berat, namun bisa berakibat fatal bagi orang dengan sistem imun yang lemah.

Selain itu, urin kelelawar bersifat korosif. Jika dibiarkan menggenang di atas plafon kayu atau struktur logam, ia dapat menyebabkan pelapukan kayu dan karat pada baja ringan. Dalam jangka panjang, tumpukan guano yang berat juga bisa membebani plafon hingga menyebabkan kerusakan struktur yang membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Inilah mengapa langkah pengusiran harus dilakukan segera setelah Anda mendeteksi keberadaan mereka.

Metode Alami untuk Mengusir Kelelawar 

Dalam banyak budaya dan hukum lingkungan, menyakiti atau membunuh kelelawar tidak dianjurkan. Cara terbaik adalah melakukan "exclusion" atau pengusiran secara halus. Berikut adalah beberapa metode alami yang bisa Anda coba:

1. Memanfaatkan Bau yang Tidak Disukai (Repellent Alami)

Kelelawar memiliki indra penciuman yang sangat sensitif. Anda bisa menggunakan bahan-bahan beraroma tajam untuk membuat mereka tidak betah tinggal di plafon Anda.

  • Minyak Peppermint: Aroma peppermint yang segar bagi manusia justru sangat mengganggu bagi kelelawar. Semprotkan campuran air dan minyak esensial peppermint ke area di mana mereka sering hinggap.

  • Bawang Putih: Bau bawang putih yang menyengat adalah pengusir alami. Anda bisa menghancurkan bawang putih dan meletakkannya dalam kain kasa, lalu menggantungnya di area koloni.

  • Kapur Barus (Naphthalene): Meskipun efektif karena baunya yang kuat, penggunaan kapur barus harus hati-hati agar tidak terhirup secara berlebihan oleh penghuni rumah. Letakkan di sudut-sudut plafon untuk mengganggu kenyamanan mereka.

2. Menggunakan Gangguan Visual dan Cahaya

Kelelawar sangat mencintai kegelapan total. Dengan mengubah kondisi pencahayaan di area sarang mereka, Anda secara tidak langsung memaksa mereka mencari tempat tinggal baru.

  • Lampu LED Terang: Pasang lampu terang di area plafon atau ruang gelap yang menjadi sarang. Biarkan lampu menyala selama beberapa malam berturut-turut. Kelelawar yang merasa tidurnya terganggu oleh cahaya biasanya akan segera pindah.

  • Benda Mengkilap atau Cermin: Menggantung kepingan CD bekas atau cermin kecil dapat memantulkan cahaya secara acak. Kilatan cahaya ini sangat membingungkan sistem navigasi kelelawar dan membuat mereka merasa tidak aman.

Teknik "One-Way Door" (Pintu Satu Arah): Cara Paling Efektif

Jika cara alami diatas belum membuahkan hasil maksimal, teknik pintu satu arah adalah standar emas dalam dunia pengendalian hama profesional. Prinsipnya sederhana: membiarkan kelelawar keluar untuk mencari makan di malam hari, namun menghalangi mereka untuk bisa masuk kembali.

Langkah-Langkah Melakukan Eksklusi:

  1. Identifikasi Semua Titik Masuk: Luangkan waktu saat senja untuk mengamati dari mana kelelawar keluar. Tandai semua lubang, bahkan yang sekecil celah antara genteng.

  2. Pasang Alat Eksklusi: Gunakan jaring plastik lentur atau pipa PVC kecil pada lubang utama. Pasang sedemikian rupa sehingga saat kelelawar merayap keluar, mereka bisa melewatinya, tetapi saat mencoba kembali, jaring tersebut akan menutup atau pipa tersebut terlalu licin untuk dipanjat kembali.

  3. Tutup Lubang Lainnya: Pastikan semua celah lain di rumah sudah ditutup rapat menggunakan kawat nyamuk, semen, atau sealant khusus.

  4. Pantau Selama Satu Minggu: Biarkan alat eksklusi terpasang selama kurang lebih 5-7 hari untuk memastikan seluruh anggota koloni (termasuk yang muda yang sudah bisa terbang) telah keluar.

  5. Penyegelan Permanen: Setelah yakin tidak ada lagi suara di dalam, lepaskan alat eksklusi dan segel lubang tersebut secara permanen.

Jangan melakukan pengusiran pada musim beranak (biasanya di Indonesia terjadi sekitar awal musim hujan atau tergantung spesies). Jika induk diusir sementara bayinya belum bisa terbang, bayi kelelawar akan mati di dalam plafon, menyebabkan bau bangkai yang luar biasa dan masalah sanitasi baru.

Mengusir kelelawar memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Kunci utamanya bukan pada kekerasan, melainkan pada konsistensi dalam menutup akses dan mengubah lingkungan rumah menjadi tidak nyaman bagi mereka. Dengan mengikuti panduan di atas mulai dari penggunaan aroma terapi hingga teknik pintu satu arah Anda bisa mengembalikan kedamaian di rumah Anda tanpa merusak keseimbangan alam.

Ingatlah bahwa kelelawar adalah bagian dari alam yang membantu kita mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit. Namun, rumah Anda adalah wilayah pribadi Anda. Dengan penanganan yang tepat, manusia dan kelelawar tetap bisa hidup berdampingan di habitatnya masing-masing.

Jika Anda ingin memiliki hunian yang terjamin aman, nyaman dan juga terpercaya, Anda bisa temukan di Ray White Cikarang. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website Ray White Cikarang di https://cikarang.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!