logo-raywhite-offcanvas

04 Feb 2026 NEWS 8 min read

Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Perabot Berbahan Particle Board

Perabot berbahan particle board semakin sering ditemui di rumah-rumah modern, apartemen minimalis, hingga kos eksklusif. Alasannya sederhana: harganya relatif terjangkau, modelnya beragam, dan mudah ditemukan ...

Perabot berbahan particle board semakin sering ditemui di rumah-rumah modern, apartemen minimalis, hingga kos eksklusif. Alasannya sederhana: harganya relatif terjangkau, modelnya beragam, dan mudah ditemukan di pasaran mulai dari lemari, rak TV, meja kerja, kitchen set, sampai headboard tempat tidur. 

Namun dibalik popularitasnya, particle board juga punya sisi lain yang perlu dipahami agar Anda tidak salah pilih, terutama jika perabot tersebut akan dipakai jangka panjang atau ditempatkan di area yang lembab seperti dapur dan kamar mandi.

Artikel ini membahas secara lengkap kelebihan dan kekurangan menggunakan perabot particle board, termasuk ciri-ciri materialnya, aspek ketahanan, perawatan, sampai tips memilih yang lebih awet. 

Apa Itu Particle Board?

Particle board adalah material panel kayu olahan yang dibuat dari serpihan kayu, serbuk gergaji, dan partikel kayu kecil yang dicampur perekat (resin), lalu dipres dengan tekanan dan suhu tertentu hingga membentuk lembaran padat. 

Secara tampilan, particle board sering dilapisi finishing seperti melamine, laminate (HPL), veneer, atau bahkan cat duco, sehingga dari luar bisa terlihat rapi dan modern. Karena berasal dari partikel kayu sisa produksi, particle board sering dianggap sebagai material yang “ekonomis” sekaligus mendukung pemanfaatan limbah kayu.

Namun, penting dipahami bahwa particle board berbeda dari kayu solid (kayu asli utuh) maupun plywood (multiplek). Struktur particle board lebih “berbutir” dan cenderung rapuh jika terkena air atau dibebani terlalu berat dalam waktu lama. Meski begitu, bukan berarti particle board selalu buruk yang menentukan bagus atau tidaknya juga bergantung pada kualitas produksi, ketebalan, jenis finishing, dan cara pemakaian.

Kenapa Particle Board Banyak Dipakai pada Furniture Modern?

Popularitas particle board meningkat seiring kebutuhan pasar akan furniture yang praktis, cepat diproduksi, dan harganya masuk akal. Banyak produsen furniture memanfaatkan particle board karena material ini mudah dipotong, mudah dibentuk, dan cocok untuk desain minimalis yang rapi. Selain itu, lapisan finishing modern membuat particle board terlihat seperti kayu asli, sehingga orang awam sering tidak sadar bahwa perabot yang dibeli bukan kayu solid.

Di sisi lain, gaya hidup urban yang dinamis juga mendukung permintaan furniture “siap pakai” atau knockdown. Particle board sangat cocok untuk furniture bongkar pasang karena panelnya stabil dan ukurannya presisi. Namun, karena banyaknya produk di pasaran, kualitas particle board juga bervariasi. Inilah alasan pentingnya mengetahui kelebihan dan kekurangannya sebelum membeli.

Kelebihan Perabot Berbahan Particle Board

1. Harga Lebih Terjangkau untuk Banyak Orang

Salah satu kelebihan terbesar particle board adalah harga. Dibanding kayu solid atau plywood berkualitas tinggi, particle board umumnya jauh lebih murah. Ini membuatnya jadi pilihan logis untuk pasangan muda yang baru mengisi rumah, mahasiswa yang tinggal di kos, atau keluarga yang ingin menata ruangan tanpa menguras anggaran besar. Dengan budget yang sama, Anda bisa mendapatkan ukuran perabot yang lebih besar atau desain yang lebih modern dibanding jika memilih bahan kayu solid.

Keterjangkauan ini juga membuat particle board cocok untuk kebutuhan furniture “transisi”, misalnya perabot sementara sebelum pindah rumah, isi apartemen sewa, atau furniture tambahan di ruang kerja. Jadi jika Anda tipe yang suka ganti konsep interior beberapa tahun sekali, particle board bisa menjadi pilihan yang praktis.

2. Desain Variatif dan Tampilan Modern

Particle board biasanya diproduksi massal dan dilapisi finishing yang mengikuti tren. Karena itu, pilihan warnanya sangat banyak: motif kayu natural, putih glossy, abu-abu industrial, hingga tekstur doff yang elegan. Dari sisi estetika, particle board sangat mendukung gaya interior minimalis, Skandinavia, modern kontemporer, sampai Japandi. Banyak perabot particle board juga dibuat dengan garis yang clean, bentuk geometris, dan tampilan yang terlihat “mahal” walaupun sebenarnya terjangkau.

Selain itu, karena panel particle board cenderung rata, hasil finishing-nya bisa tampak rapi dan seragam. Ini berbeda dengan kayu solid yang punya serat alami dan kadang tidak seragam, yang bagi sebagian orang justru lebih disukai karena terlihat “hidup”, tetapi bagi yang ingin tampilan clean, particle board sering terasa lebih cocok.

3. Produksi Cepat dan Mudah Ditemukan di Mana-Mana

Perabot particle board sangat mudah ditemukan, baik di toko furniture lokal, marketplace, maupun brand furniture besar yang menyediakan sistem knockdown. Karena sistem produksinya efisien, stoknya juga melimpah dan variasinya banyak. Dari sisi kebutuhan praktis, ini menguntungkan karena Anda tidak perlu menunggu lama seperti halnya furniture custom kayu solid.

Bagi orang yang butuh furniture cepat misalnya pindahan mendadak, renovasi ruangan, atau mengisi rumah baru particle board menjadi solusi yang realistis. Banyak produk juga menyediakan ukuran standar yang cocok untuk ruangan modern yang tidak terlalu luas.

4. Bobot Lebih Ringan, Lebih Mudah Dipindahkan

Dibanding kayu solid yang berat, particle board umumnya lebih ringan. Ini memudahkan saat memindahkan perabot, menggeser posisi, atau membawa furniture ketika pindah tempat tinggal. Untuk apartemen atau rumah bertingkat, perabot yang lebih ringan terasa lebih praktis karena tidak terlalu menyulitkan saat naik turun tangga atau masuk lift.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa “lebih ringan” bukan berarti “lebih kuat”. Jadi jika Anda sering memindahkan perabot, pastikan prosesnya hati-hati agar sudut-sudut panel tidak mudah pecah atau lapisan finishing tidak mudah terkelupas.

5. Lebih Ramah Pemanfaatan Limbah Kayu

Particle board dibuat dari serpihan atau serbuk kayu yang merupakan sisa dari industri pengolahan kayu. Artinya, material ini memaksimalkan pemanfaatan bahan yang sebelumnya mungkin terbuang. Dari sisi keberlanjutan, ini bisa dianggap sebagai nilai tambah, terutama jika produsen menerapkan standar emisi rendah dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, aspek “ramah lingkungan” tetap perlu dilihat secara seimbang karena particle board menggunakan perekat resin tertentu. Jadi jika Anda concern pada kualitas udara dalam ruangan, penting memilih produk yang punya standar emisi formaldehida rendah.

Kekurangan Perabot Berbahan Particle Board

1. Rentan Rusak Jika Terkena Air atau Lembab

Kelemahan paling umum particle board adalah sensitif terhadap air. Saat terkena air, partikel kayu di dalamnya dapat menyerap kelembaban, lalu mengembang. Dampaknya, permukaan bisa menjadi bergelombang, sudut-sudutnya mengelupas, dan panel melemah. Kerusakan akibat air sering kali permanen bahkan setelah kering, bentuknya tidak kembali seperti semula.

Karena itu, particle board kurang ideal untuk area yang berisiko basah, misalnya dekat wastafel, bawah dispenser, dapur yang sering terkena cipratan, atau kamar mandi. Jika tetap digunakan di area tersebut, Anda perlu proteksi ekstra: finishing yang rapat, edging yang rapi, dan kebiasaan membersihkan air tumpah secepat mungkin.

2. Daya Tahan Terhadap Beban Tidak Sehebat Kayu Solid

Particle board punya keterbatasan pada daya dukung beban. Rak buku dari particle board misalnya, bisa melengkung jika menahan banyak buku berat dalam waktu lama, apalagi jika ketebalannya tipis. Meja kerja particle board juga bisa mengalami penurunan kekokohan jika sering dipakai untuk beban berat atau peralatan yang besar.

Jika Anda membutuhkan furniture yang benar-benar kuat untuk jangka panjang seperti lemari besar yang menampung banyak barang berat, meja dapur yang intens dipakai, atau rak penyimpanan alat material yang lebih kuat seperti plywood atau kayu solid umumnya lebih aman.

3. Sekrup Lebih Mudah “Dol” atau Longgar

Masalah klasik particle board adalah kekuatan pegangan sekrup yang tidak setangguh plywood atau kayu solid. Karena strukturnya berupa partikel, sekrup bisa kehilangan cengkeraman jika sering dibongkar pasang, atau jika pemasangan awalnya terlalu keras. Akibatnya, sambungan menjadi longgar, pintu lemari tidak presisi, atau rangka menjadi goyang.

Hal ini penting diperhatikan terutama untuk furniture knockdown yang dirakit sendiri. Jika Anda tipe yang sering pindah dan sering bongkar pasang furniture, particle board bisa cepat menurun kualitasnya kecuali didukung sistem konektor yang bagus dan perakitan yang rapi.

4. Umur Pakai Cenderung Lebih Pendek

Secara umum, particle board punya umur pakai yang lebih pendek dibanding material premium. Tentu ini tidak selalu berlaku untuk semua produk, karena particle board berkualitas tinggi dan finishing yang baik bisa awet juga. Namun dalam penggunaan harian yang intens, risiko aus, lapisan mengelupas, atau struktur melemah lebih besar.

furniture particle board sering lebih cocok untuk kebutuhan 3–7 tahun (tergantung kualitas dan perawatan), sedangkan kayu solid bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat. Jadi, keputusan memilih particle board sebaiknya disesuaikan dengan ekspektasi masa pakai dan gaya hidup Anda.

5. Potensi Emisi dari Perekat

Particle board dibuat menggunakan resin atau perekat tertentu yang pada beberapa produk bisa menghasilkan emisi (misalnya formaldehida) dalam kadar tertentu. Tidak semua produk berbahaya, tetapi kualitas material dan standar pabrik sangat menentukan. 

Di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, emisi dari furniture bisa mempengaruhi kenyamanan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap bau menyengat atau punya alergi pernapasan. Maka dari itu pastikan Anda pilih produk yang mencantumkan standar emisi rendah atau material yang lebih aman, serta pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik, terutama saat furniture baru pertama kali dipasang.

Perabot particle board cocok untuk Anda yang mengutamakan desain modern dengan budget lebih hemat, dan penggunaan furniture yang tidak terlalu “berat”. Cocok juga untuk ruangan yang relatif kering dan stabil, seperti kamar tidur, ruang tamu, ruang kerja ringan, atau rak dekorasi. Jika Anda tinggal di kos atau apartemen sewa, particle board bisa jadi pilihan praktis karena harganya tidak terlalu tinggi dan mudah dipindahkan.

Namun, jika Anda ingin furniture jangka panjang yang tahan puluhan tahun, atau membutuhkan perabot untuk beban berat dan area lembab, Anda perlu mempertimbangkan material alternatif seperti plywood, MDF dengan kualitas tinggi, atau kayu solid.

Jika Anda sedang mencari furniture untuk penggunaan normal, ruangan kering, dan ingin tetap hemat tanpa mengurangi estetikanya, particle board menjadi pilihan yang pas untuk Anda. Tetapi jika Anda mengutamakan kualitas dengan ketahanan tinggi, kebutuhan jangka panjang, atau furniture untuk area lembab dan aktivitas berat, Anda perlu mempertimbangkan kembali untuk menggunakan material ini untuk kenyamanan Anda.

Jika Anda ingin memiliki hunian yang terjamin aman, nyaman dan juga terpercaya, Anda bisa temukan di Ray White Cikarang. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website Ray White Cikarang di https://cikarang.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!