logo-raywhite-offcanvas

12 Jan 2026 NEWS 8 min read

Mengapa Tiket Pesawat Mahal di High Season? Ini Alasan Lengkap yang Perlu Anda Ketahui

Ketika musim liburan tiba, banyak orang mulai merencanakan perjalanan, baik untuk pulang kampung, liburan keluarga, maupun sekadar melepas penat dari rutinitas kerja.


Ketika musim liburan tiba, banyak orang mulai merencanakan perjalanan, baik untuk pulang kampung, liburan keluarga, maupun sekadar melepas penat dari rutinitas kerja. Namun, ada satu kenyataan yang sering membuat calon penumpang pesawat mengernyitkan dahi: harga tiket melonjak tajam. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun dan dapat dirasakan baik di rute domestik maupun internasional. Pertanyaannya, mengapa tiket pesawat bisa begitu mahal saat high season? 

Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai faktor yang menyebabkan kenaikan harga tersebut, mulai dari permintaan yang meningkat, kapasitas maskapai, hingga pengaruh ekonomi global. 

Permintaan yang Melonjak Tajam di Periode High Season

Salah satu alasan utama mengapa tiket pesawat menjadi mahal pada musim ramai adalah permintaan yang meningkat secara drastis. High season biasanya terjadi pada periode seperti libur panjang sekolah, libur nasional, Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta waktu tertentu seperti akhir tahun dan pertengahan tahun. 

Pada periode ini, hampir semua orang memiliki agenda bepergian, baik untuk berlibur maupun kembali ke kampung halaman. Lonjakan penumpang ini membuat maskapai menghadapi tekanan permintaan yang jauh lebih tinggi dari hari-hari biasa.

Dalam kondisi permintaan tinggi, hukum ekonomi dasar berlaku: semakin besar permintaan dan semakin terbatas penawaran, harga akan naik. Maskapai tentu tidak dapat begitu saja menambah kapasitas pesawat secara tiba-tiba karena ketersediaan pesawat, kru, serta slot penerbangan tidak bisa ditambah dalam waktu singkat. 

Akhirnya, tiket yang tersedia menjadi lebih terbatas dibandingkan jumlah pembeli, sehingga harga pun terdorong naik secara natural. Situasi ini sudah menjadi pola tahunan dan wajar terjadi di hampir seluruh negara.

Keterbatasan Kapasitas Maskapai yang Tidak Fleksibel

Meski permintaan meningkat tajam, maskapai tidak memiliki fleksibilitas untuk menambah jumlah pesawat dalam waktu singkat. Proses pengadaan pesawat bukanlah hal sederhana—diperlukan investasi yang sangat besar, ketersediaan pesawat dari pabrikan, persiapan kru penerbangan, hingga penjadwalan slot bandara yang sering kali sudah penuh. Karena itu, kapasitas yang tersedia saat high season sebenarnya tidak jauh berbeda dari hari biasa.

Selain pesawat, jumlah pilot dan pramugari juga tidak serta merta bisa ditambah hanya untuk menangani peningkatan penumpang musiman. Pelatihan kru penerbangan membutuhkan waktu lama, biaya besar, dan standar keselamatan yang ketat. Dengan kapasitas yang terbatas ini, maskapai beroperasi pada kondisi mendekati penuh, sehingga harga tiket akan cenderung lebih tinggi. Bahkan, pada rute-rute populer seperti Jakarta–Bali, Jakarta–Medan, atau Jakarta–Surabaya, ketersediaan kursi bisa sangat terbatas sehingga harga naik lebih cepat.

Tingginya Biaya Operasional Maskapai Selama High Season

Selain faktor permintaan, harga tiket pesawat juga dipengaruhi oleh biaya operasional maskapai yang cenderung meningkat pada periode liburan. Penerbangan di musim ramai sering kali menghadapi berbagai tantangan seperti keterlambatan akibat padatnya lalu lintas udara, penggunaan slot bandara yang lebih mahal, serta biaya logistik tambahan untuk mengatur rotasi pesawat dan kru.

Bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, hingga Kualanamu biasanya beroperasi lebih padat pada high season, bahkan mendekati kapasitas maksimum. Kemacetan udara ini bisa menyebabkan keterlambatan yang berakibat pada meningkatnya biaya operasional maskapai, seperti tambahan bahan bakar saat menunggu giliran take-off atau landing, penyesuaian jadwal kru, dan waktu putar balik pesawat yang lebih panjang. Semua biaya tambahan tersebut akhirnya ikut mempengaruhi harga tiket.

Pengaruh Harga Bahan Bakar Pesawat yang Tidak Stabil

Bahan bakar adalah komponen terbesar dari biaya operasional maskapai, bahkan bisa mencapai 30–40 persen. Kenaikan harga minyak dunia sangat berpengaruh pada tarif pesawat, terutama ketika high season bertepatan dengan periode lonjakan harga minyak. Meski kenaikan harga bahan bakar tidak selalu terjadi di setiap liburan, faktor ini tetap menjadi salah satu alasan yang sering memicu harga tiket melambung.

Selain itu, penggunaan avtur di bandara juga dikenakan biaya distribusi, pajak, dan komponen lain yang membuat harga bahan bakar pesawat lebih mahal dibandingkan bensin untuk kendaraan darat. Ketika harga avtur meningkat, maskapai hampir pasti akan menyesuaikan tarif untuk menjaga stabilitas finansial mereka. Hal ini menjadi salah satu penyebab tiket pesawat semakin mahal ketika permintaan sedang tinggi.

Regulasi dan Kebijakan Pemerintah yang Mempengaruhi Struktur Tarif

Pemerintah Indonesia memiliki aturan mengenai batas bawah dan batas atas tiket pesawat untuk menjaga persaingan sehat antar maskapai serta melindungi konsumen. Namun, pada periode high season, tarif tiket sering berada mendekati batas atas karena permintaan yang melonjak. Maskapai tentu akan memanfaatkan batas tarif tertinggi ini karena pasar sedang kuat banyak orang tetap membeli tiket meski harga lebih tinggi.

Di sisi lain, ketika terjadi perubahan kebijakan seperti penyesuaian tarif pajak, biaya bandara, atau biaya navigasi, maskapai memiliki dasar untuk menyesuaikan harga tiket. Pada masa libur panjang, kebijakan ini semakin terasa karena harga tiket sudah berada pada titik tertinggi akibat permintaan yang sangat besar.

Strategi Revenue Management Maskapai

Salah satu alasan penting lainnya adalah strategi revenue management yang diterapkan maskapai untuk memaksimalkan keuntungan. Dalam industri penerbangan, penjualan tiket tidak dilakukan secara acak tetapi melalui sistem yang sangat kompleks yang mempertimbangkan waktu pemesanan, ketersediaan kursi, hingga perilaku pelanggan.

Pada high season, sistem ini akan menaikkan harga jauh lebih cepat karena algoritma mendeteksi tingginya permintaan dalam waktu singkat. Kursi-kursi dengan harga lebih murah biasanya akan habis jauh lebih cepat dibandingkan hari biasa. Setelah itu, yang tersedia hanyalah kelas tarif dengan harga lebih tinggi. Hal ini membuat banyak calon penumpang merasakan bahwa harga tiket naik drastis seolah-olah dalam hitungan hari, padahal itu merupakan hasil dari sistem pengelolaan pendapatan maskapai.

Fenomena Booking Mendadak Menjelang Liburan

Banyak orang baru membeli tiket pesawat ketika mendekati hari libur, terutama bagi mereka yang tidak punya fleksibilitas waktu atau yang terbiasa memesan tiket di saat-saat terakhir. Padahal, pada high season, pemesanan mendadak adalah kesalahan fatal karena harga sudah melonjak tinggi.

Maskapai menetapkan harga lebih mahal untuk pembelian last minute karena mereka tahu penumpang yang membeli tiket mendadak biasanya sangat membutuhkan penerbangan tersebut, sehingga lebih toleran terhadap harga tinggi. Selain itu, kursi yang tersisa pada periode menjelang keberangkatan umumnya adalah kursi dengan kategori tarif tertinggi.

Lonjakan Trafik Wisata Lokal dan Internasional

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata populer yang hampir selalu padat saat high season, seperti Bali, Lombok, Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Belitung. Ketika wisatawan domestik dan internasional memadati destinasi-destinasi tersebut secara bersamaan, harga tiket pesawat ke daerah tersebut akan melonjak drastis.

Selain itu, rute internasional juga sering dipengaruhi oleh tingginya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada periode tertentu. Maskapai internasional pun menghadapi pola permintaan yang sama, sehingga harga tiket ke luar negeri juga ikut naik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tingginya aktivitas pariwisata dapat memicu kenaikan harga tiket secara signifikan.

Keterbatasan Slot Bandara pada Musim Liburan

Slot bandara adalah izin bagi maskapai untuk menggunakan landasan pacu pada waktu tertentu. Pada musim liburan, slot ini menjadi sangat padat karena banyak penerbangan tambahan yang diajukan maskapai untuk mengatasi lonjakan penumpang. Namun, tidak semua permintaan slot dapat dikabulkan oleh otoritas bandara karena keterbatasan kapasitas.

Ketika slot bandara terbatas, maskapai tidak dapat menambah jumlah penerbangan sesuai permintaan pasar, sehingga harga tiket yang ada otomatis akan naik. Selain itu, keterbatasan slot menyebabkan maskapai harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pengaturan jadwal dan rotasi pesawat, yang pada akhirnya turut memengaruhi harga tiket.

Biaya Layanan Tambahan yang Meningkat

Selama high season, banyak penumpang yang membawa lebih banyak bagasi dibandingkan hari biasa. Hal ini membuat maskapai memperkuat pengaturan bagasi, mempekerjakan staf tambahan, hingga menambah armada ground handling agar proses tetap berjalan lancar. Semua aspek operasional ini menambah biaya yang akhirnya masuk dalam komponen harga tiket.

Selain itu, beberapa maskapai menaikkan harga layanan tambahan seperti pilihan kursi, bagasi ekstra, atau layanan makanan ketika memasuki periode high season. Hal ini menyebabkan total pengeluaran penumpang untuk perjalanan udara menjadi lebih besar dari biasanya.

Tingkat Persaingan yang Berkurang di Pasar Penerbangan

Meski pasar penerbangan di Indonesia terbilang besar, jumlah maskapai yang beroperasi tidak sebanyak negara-negara lain. Beberapa maskapai bahkan sempat mengalami penurunan jumlah armada sehingga kompetisi menjadi tidak terlalu ketat. Ketika persaingan berkurang, harga tiket cenderung tidak ditekan terlalu rendah.

Pada high season, kondisi ini semakin terasa karena maskapai memiliki daya tawar yang tinggi. Dengan sedikit pilihan dan permintaan yang meningkat, konsumen tidak punya banyak kesempatan untuk mencari alternatif yang benar-benar murah. Akibatnya, harga tiket cenderung stabil pada titik tinggi.

Kenaikan harga tiket pesawat pada high season merupakan fenomena tahunan yang wajar terjadi karena perpaduan antara tingginya permintaan dan terbatasnya kapasitas penerbangan. Maskapai harus menghadapi berbagai biaya tambahan, pengaturan operasional yang lebih kompleks, dan strategi bisnis yang berbeda selama periode liburan. Di sisi lain, perilaku penumpang yang baru memesan tiket mendekati waktu liburan juga menjadi salah satu penyebab harga terasa lebih mahal.

Pada akhirnya, memahami alasan-alasan ini membantu kita melihat bahwa harga tiket pesawat yang mahal saat high season bukan sekadar strategi maskapai untuk mencari keuntungan semata, melainkan hasil dari banyak faktor yang saling berkaitan. Dengan perencanaan perjalanan yang lebih matang dan pemesanan tiket lebih awal, masyarakat bisa menghindari harga yang terlalu tinggi dan menikmati perjalanan dengan lebih tenang.

Jika Anda ingin memiliki hunian yang terjamin aman, nyaman dan juga terpercaya, Anda bisa temukan di Ray White Cikarang. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website Ray White Cikarang di https://cikarang.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!