Memiliki hunian yang asri dengan deretan tanaman hias yang rimbun kini bukan sekadar hobi, melainkan gaya hidup. Bagi Anda yang baru saja terjun ke dunia plant parenting, mungkin sering melihat batang kayu atau pipa yang dibalut sabut kelapa berdiri tegak di tengah pot tanaman Monstera atau Philodendron. Itulah yang disebut dengan turus. Meski terlihat sederhana, turus memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan apakah tanaman Anda akan tumbuh "seadanya" atau tumbuh dengan daun yang lebar, sehat, dan estetis. Secara teknis, turus adalah tiang penyangga yang berfungsi sebagai media rambat bagi tanaman, khususnya jenis epifit atau tanaman yang di habitat aslinya tumbuh menempel pada batang pohon besar. Turus berfungsi sebagai pengganti "pohon induk" bagi tanaman yang ditanam di dalam pot. Tanpa turus, tanaman merambat seperti Monstera adansonii atau Epipremnum aureum (Sirih Gading) akan tumbuh menjuntai ke bawah atau merayap di tanah, yang sering kali mengakibatkan ukuran daun mengecil seiring bertambahnya panjang batang. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengapa turus sangat penting bagi tanaman merambat, berbagai jenis turus yang ada di pasaran, hingga panduan langkah demi langkah membuat turus DIY (Do It Yourself) yang ekonomis namun berkualitas tinggi. Memahami fungsi turus akan membantu Anda lebih menghargai peran benda ini di dalam pot tanaman Anda. Berikut adalah beberapa fungsi utama turus yang perlu Anda ketahui: Fungsi yang paling dasar adalah memberikan kekuatan mekanis. Tanaman seperti Philodendron atau Monstera memiliki batang yang cukup berat namun tidak memiliki kambium kayu yang keras untuk berdiri tegak sendiri. Tanpa bantuan turus, batang tanaman akan mudah patah atau bengkok karena beban daunnya sendiri. Turus memberikan tulang punggung yang kokoh agar tanaman bisa tumbuh vertikal menuju arah cahaya matahari. Pernahkah Anda bertanya mengapa Monstera di hutan memiliki daun sebesar nampan, sementara milik Anda di rumah tetap mungil? Jawabannya adalah dukungan vertikal. Banyak tanaman tropis hanya akan mencapai fase "dewasa" (mature) jika mereka merasa sudah memanjat cukup tinggi. Dengan adanya turus yang lembab, akar udara akan masuk ke dalam media turus, menyerap air dan hara, yang kemudian memicu tanaman untuk memproduksi daun dengan ukuran maksimal dan belahan (fenestration) yang sempurna. Turus yang terbuat dari bahan organik seperti sabut kelapa (cocofiber) atau sphagnum moss memiliki kemampuan retensi air yang baik. Saat Anda menyiram atau menyemprot turus, bahan tersebut akan menyimpan air. Akar udara yang menempel pada turus akan menyerap kelembapan ini secara perlahan, membantu tanaman tetap terhidrasi bahkan jika media tanam di dalam pot mulai mengering. Ini sangat krusial bagi tanaman tropis yang menyukai kelembaban tinggi (humidity). Dari sisi dekoratif, penggunaan turus membuat tampilan tanaman jauh lebih rapi dan terorganisir. Tanaman yang tumbuh tegak ke atas memberikan kesan mewah dan rimbun secara vertikal, sehingga tidak memakan banyak ruang di lantai. Ini sangat cocok bagi Anda yang tinggal di apartemen atau rumah dengan lahan terbatas namun tetap ingin memiliki koleksi tanaman yang terlihat "hutan banget". Sebelum kita masuk ke cara pembuatan, penting untuk mengenal bahan apa saja yang biasa digunakan sebagai pengisi turus. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing: Sabut Kelapa (Cocofiber): Ini adalah bahan yang paling umum di Indonesia. Harganya murah, mudah ditemukan, dan cukup awet. Sabut kelapa memberikan tekstur yang kasar sehingga akar udara mudah mencengkeram. Sphagnum Moss: Bahan ini adalah "kasta tertinggi" untuk turus. Moss memiliki kemampuan menyimpan air yang luar biasa, sehingga akar tanaman akan sangat betah menempel di sini. Namun, harganya lebih mahal dan cenderung lebih cepat lapuk jika tidak dirawat dengan benar. Hutan Pinus/Kayu: Beberapa orang menggunakan kayu atau batang bambu sederhana. Meski kuat sebagai penopang, kayu tidak bisa menyimpan air, sehingga fungsinya murni hanya sebagai penyangga fisik tanpa memberikan nutrisi tambahan bagi akar udara. Pipa Paralon dengan Kawat Ram: Jenis ini biasanya diisi dengan media tanam atau moss. Sangat populer di kalangan kolektor tanaman premium karena efektivitasnya dalam memacu pertumbuhan akar. Membuat turus sendiri di rumah sebenarnya sangat mudah dan jauh lebih hemat dibandingkan membelinya di toko tanaman. Selain itu, Anda bisa menyesuaikan tinggi turus dengan ukuran tanaman Anda. Berikut adalah bahan-bahan yang perlu Anda siapkan: Pipa PVC atau Bilah Bambu: Sebagai inti atau rangka utama turus. Gunakan diameter yang sesuai dengan besar pot (biasanya ukuran 1/2 atau 3/4 inci untuk pipa PVC). Sabut Kelapa (Cocofiber) atau Moss: Sebagai media rambat yang akan membalut rangka. Pastikan sudah dibersihkan atau direndam air terlebih dahulu. Tali Kur, Tali Rami, atau Benang Nilon: Untuk melilit media pada rangka. Tali rami sering dipilih karena memberikan kesan alami dan estetik. Kawat Ram (Opsional): Jika Anda ingin membuat turus model tabung yang lebih profesional. Gunting atau Tang Pemotong: Untuk merapikan sisa tali atau kawat. Air: Untuk membasahi media agar lebih mudah dibentuk. Berikut adalah metode paling sederhana dan populer yang bisa Anda praktekkan di rumah: Tentukan tinggi turus yang Anda inginkan. Sebagai tips, buatlah turus yang lebih tinggi sekitar 30-50 cm dari tinggi tanaman Anda saat ini untuk memberi ruang bagi pertumbuhan di masa depan. Tandai bagian bawah pipa (sekitar 15-20 cm) yang nantinya akan tertanam di dalam tanah. Bagian ini jangan dibalut sabut agar pipa tidak goyang dan tidak memakan ruang media tanam. Ambil sabut kelapa secukupnya. Jika sabut kelapa masih dalam bentuk bongkahan besar, urai terlebih dahulu agar menjadi serat-serat yang lebih halus. Rendam sabut kelapa dalam air (bisa dicampur dengan sedikit vitamin B1 tanaman) agar lebih lentur saat dililitkan dan memberikan nutrisi awal bagi tanaman. Pegang ujung pipa dan mulailah menempelkan sabut kelapa dari batas area yang akan tertanam di tanah hingga ke ujung atas pipa. Usahakan ketebalan sabut merata (sekitar 2-3 cm). Sambil menempelkan sabut, lilitkan tali rami dengan kencang. Gunakan teknik lilitan silang (diagonal) agar sabut kelapa terikat kuat dan tidak mudah merosot saat terkena air. Setelah sampai ke ujung atas, ikat tali dengan kuat. Jika ada serat sabut kelapa yang menjuntai tidak rapi, Anda bisa mengguntingnya agar tampilan turus terlihat lebih bersih. Turus siap digunakan! Banyak orang melakukan kesalahan saat memasang turus, yang justru mengakibatkan kerusakan pada akar tanaman. Berikut adalah prosedur yang benar: Pasang Turus Saat Repotting: Waktu terbaik memasang turus adalah saat Anda sedang mengganti pot atau baru akan menanam. Masukkan turus terlebih dahulu ke dasar pot, baru kemudian masukkan tanaman dan media tanam. Ini mencegah turus menusuk atau memutus akar utama tanaman. Posisi yang Dekat dengan Batang Utama: Letakkan turus sedekat mungkin dengan batang utama tanaman, terutama di area yang sudah memiliki bakal akar udara. Ikat Batang Tanaman pada Turus: Gunakan tali yang lembut atau plant ties untuk mengikat batang tanaman ke turus. Jangan mengikat terlalu kencang; cukup pastikan batang menempel pada permukaan turus agar akar udara terangsang untuk masuk ke media sabut. Arahkan Pertumbuhan: Secara rutin, arahkan pucuk tanaman yang baru tumbuh untuk tetap mengikuti jalur turus. Turus bukan sekadar aksesori, melainkan investasi penting bagi kesehatan dan kecantikan tanaman hias merambat Anda. Dengan fungsi yang beragam, mulai dari penopang fisik hingga pemberi nutrisi melalui kelembaban, turus menjadi kunci utama dalam menciptakan urban jungle yang tampak profesional di dalam rumah. Membuat turus sendiri pun memberikan kepuasan tersendiri serta memungkinkan Anda berkreasi sesuai kebutuhan estetika masing-masing. Sudah siap mengubah koleksi tanaman merambat Anda menjadi lebih rimbun dan memukau? Anda bisa mulai dengan menyiapkan bahan-bahan sederhana yang sudah disebutkan di atas. Jika Anda ingin memiliki hunian yang terjamin aman, nyaman dan juga terpercaya, Anda bisa temukan di Ray White Cikarang. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website Ray White Cikarang di https://cikarang.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!Fungsi Utama Turus Bagi Tanaman Hias
1. Sebagai Penopang Fisik dan Struktur Tanaman
2. Merangsang Pertumbuhan Daun yang Lebih Besar (Maturity)
3. Menjaga Kelembaban Ekstra bagi Tanaman
4. Meningkatkan Estetika Ruangan
Jenis-Jenis Bahan Turus yang Populer
Alat dan Bahan untuk Membuat Turus DIY
Panduan Langkah Demi Langkah Membuat Turus Sabut Kelapa
Langkah 1: Persiapan Rangka
Langkah 2: Menyiapkan Sabut Kelapa
Langkah 3: Melilitkan Sabut pada Rangka
Langkah 4: Finishing dan Perapian
Cara Memasang Turus pada Tanaman dengan Benar