logo-raywhite-offcanvas

21 Aug 2026 NEWS 9 min read
Cara Decluttering Rumah agar Lebih Rapi dan Nyaman, Mulai dari Barang yang Tidak Terpakai

Cara Decluttering Rumah agar Lebih Rapi dan Nyaman, Mulai dari Barang yang Tidak Terpakai

Rumah yang rapi tidak selalu berarti memiliki banyak tempat penyimpanan. Sering kali, masalahnya justru karena terlalu banyak barang yang ada di dalam rumah. Barang yang sudah lama tidak digunakan tetap disimpan, pakaian menumpuk di lemari, meja dipenuhi berbagai benda kecil, hingga sudut rumah perlahan berubah menjadi tempat penyimpanan barang.

Kondisi seperti ini tentu bisa membuat rumah terasa lebih sempit dan kurang nyaman. Apalagi jika setiap hari harus melihat barang berserakan atau kesulitan mencari sesuatu karena semuanya bercampur menjadi satu. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah decluttering rumah.

Decluttering merupakan kegiatan memilah dan mengurangi barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan. Tujuannya bukan membuat rumah kosong, melainkan menciptakan ruang yang lebih teratur dengan hanya menyimpan barang yang memang masih berguna atau memiliki nilai bagi pemiliknya.

Menariknya, decluttering tidak harus dilakukan dalam satu hari. Anda bisa memulainya sedikit demi sedikit dari ruangan yang paling sering digunakan. Lalu, bagaimana cara decluttering rumah yang mudah dilakukan? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.

Apa Itu Decluttering Rumah?

Secara sederhana, decluttering adalah proses mengurangi barang yang tidak diperlukan dari suatu ruangan. Barang-barang yang sudah rusak, tidak pernah digunakan, tidak sesuai kebutuhan, atau hanya memenuhi tempat dapat dipertimbangkan untuk dikeluarkan dari rumah.

Decluttering berbeda dengan sekadar bersih-bersih. Ketika membersihkan rumah, Anda biasanya menyapu, mengepel, mengelap debu, atau merapikan barang yang berantakan. Sementara dalam decluttering, Anda lebih banyak mengambil keputusan mengenai barang mana yang masih perlu disimpan dan mana yang sebaiknya dilepaskan.

Misalnya, Anda memiliki 20 pakaian di dalam lemari, tetapi hanya menggunakan 10 di antaranya secara rutin. Sepuluh pakaian lainnya mungkin sudah kekecilan, rusak, tidak pernah dipakai, atau bahkan terlupakan. Dalam proses decluttering, pakaian tersebut bisa dipilah kembali agar lemari tidak terlalu penuh.

Dengan begitu, decluttering bukan sekadar membuat rumah terlihat rapi. Kegiatan ini juga membantu Anda menggunakan ruang secara lebih efektif.

Kenapa Decluttering Rumah Perlu Dilakukan?

Rumah yang terlalu penuh barang terkadang membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang praktis. Anda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari barang, kesulitan membersihkan area tertentu, atau merasa ruangan semakin sempit.

Ketika jumlah barang mulai dikurangi, rumah biasanya menjadi lebih mudah ditata. Permukaan meja yang sebelumnya penuh bisa kembali digunakan, lemari menjadi lebih lega, dan area lantai lebih mudah dibersihkan.

Decluttering juga bisa membantu membuat rumah terasa lebih nyaman secara visual. Tidak banyak benda yang berserakan membuat perhatian tidak mudah terpecah. Karena itu, tidak sedikit orang yang memilih gaya hidup lebih sederhana dengan mengurangi barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Namun, bukan berarti Anda harus membuang semua barang yang jarang digunakan. Beberapa benda mungkin memiliki nilai sentimental atau memang hanya digunakan pada waktu tertentu. Jadi, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Mulai dari Satu Ruangan

Kesalahan yang sering terjadi ketika ingin melakukan decluttering adalah mencoba membereskan seluruh rumah sekaligus. Bukannya selesai, cara ini justru bisa membuat Anda merasa kewalahan.

Sebaiknya, pilih satu ruangan terlebih dahulu. Misalnya kamar tidur karena ruangan ini biasanya digunakan setiap hari. Setelah selesai, Anda bisa melanjutkan ke ruang tamu, dapur, kamar mandi, atau area lainnya.

Dengan menyelesaikan satu ruangan secara bertahap, hasilnya akan lebih mudah terlihat. Hal ini juga bisa menjadi motivasi untuk melanjutkan decluttering ke ruangan berikutnya.

Tidak perlu terburu-buru. Bahkan menyisihkan waktu 15–30 menit setiap hari sudah cukup untuk memulai kebiasaan baru.

Pilah Barang Berdasarkan Kondisinya

Setelah menentukan ruangan, keluarkan barang-barang yang ingin dipilah. Kemudian, kelompokkan berdasarkan kondisi dan kegunaannya.

Anda bisa membuat beberapa kategori sederhana, seperti simpan, donasikan, jual, perbaiki, dan buang. Barang yang masih sering digunakan tentu masuk ke kategori simpan. Sementara barang yang kondisinya masih bagus tetapi sudah tidak dibutuhkan dapat dijual atau diberikan kepada orang lain.

Untuk barang yang rusak, coba lihat apakah masih layak diperbaiki. Jika biaya perbaikan terlalu mahal atau barang tersebut memang sudah tidak bisa digunakan, sebaiknya pertimbangkan untuk membuangnya dengan cara yang tepat.

Cara ini membuat proses decluttering lebih terarah. Anda juga tidak perlu terus-menerus memegang barang yang sama sambil bingung menentukan nasibnya.

Rapikan Lemari Pakaian

Lemari pakaian menjadi salah satu area yang paling mudah penuh tanpa disadari. Setiap beberapa bulan, jumlah pakaian bisa bertambah, sementara pakaian lama tetap disimpan.

Coba keluarkan seluruh pakaian dan lihat kembali satu per satu. Tanyakan kepada diri sendiri, kapan terakhir kali pakaian tersebut digunakan? Apakah ukurannya masih sesuai? Apakah kondisinya masih bagus? Apakah Anda masih nyaman menggunakannya?

Jika ada pakaian yang sudah lama tidak dipakai tanpa alasan yang jelas, barang tersebut bisa masuk daftar untuk dipertimbangkan kembali.

Pakaian yang masih bagus tetapi tidak lagi digunakan dapat diberikan kepada orang yang membutuhkan. Sementara pakaian yang sudah rusak parah bisa dipisahkan untuk didaur ulang atau dibuang sesuai kondisinya. Setelah selesai memilah, susun kembali pakaian berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dicari.

Jangan Lupakan Dapur

Dapur juga sering menjadi tempat menumpuknya berbagai barang. Mulai dari wadah makanan, peralatan masak, botol minum, hingga berbagai perlengkapan yang dibeli karena terlihat menarik. Periksa kembali setiap peralatan yang ada. Jika Anda memiliki beberapa benda dengan fungsi yang sama dan hanya menggunakan salah satunya, mungkin sudah waktunya mengurangi jumlahnya. 

Perhatikan juga makanan dan bahan masakan yang disimpan terlalu lama. Cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum menyimpannya kembali. Setelah barang yang tidak diperlukan dikeluarkan, kelompokkan peralatan berdasarkan fungsinya. Misalnya, alat memasak diletakkan bersama, perlengkapan makan berada di satu area, dan bahan makanan disusun berdasarkan jenisnya. Dapur yang lebih teratur akan membuat aktivitas memasak terasa jauh lebih nyaman.

Bereskan Meja dan Area Kerja

Meja kerja atau meja belajar juga mudah dipenuhi barang-barang kecil. Pulpen, kertas, kabel, buku, dokumen, hingga berbagai aksesori sering kali diletakkan begitu saja setelah digunakan.

Cobalah sisakan hanya barang yang memang sering digunakan di atas meja. Dokumen penting bisa dimasukkan ke dalam folder, sementara kabel dan aksesori kecil dapat disimpan dalam wadah khusus.

Dengan permukaan meja yang lebih kosong, ruang untuk bekerja atau belajar menjadi lebih luas. Anda juga tidak perlu menghabiskan waktu mencari barang yang terselip di antara tumpukan benda lainnya.

Periksa Barang yang Disimpan di Gudang

Gudang sering menjadi tempat terakhir yang dipikirkan ketika melakukan decluttering. Padahal, area ini biasanya menyimpan banyak barang yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan.

Cobalah periksa kardus lama, peralatan rumah tangga, dekorasi, hingga barang elektronik yang sudah rusak. Jangan langsung menganggap semua barang di gudang masih diperlukan hanya karena sudah lama disimpan.

Jika Anda bahkan sudah lupa fungsi atau alasan menyimpan barang tersebut, coba pertimbangkan kembali apakah barang itu benar-benar masih dibutuhkan.

Barang yang masih memiliki nilai dapat dijual atau diberikan kepada orang lain. Untuk barang elektronik dan peralatan tertentu, pastikan pembuangannya mengikuti aturan yang sesuai agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Gunakan Aturan “Satu Masuk, Satu Keluar”

Decluttering akan lebih mudah dipertahankan jika Anda memiliki kebiasaan untuk mengontrol barang yang masuk ke rumah. Salah satu cara sederhana adalah menerapkan aturan “satu masuk, satu keluar”. Artinya, ketika membeli satu barang baru, pertimbangkan untuk mengeluarkan satu barang lama dengan fungsi yang sama.

Contohnya, ketika membeli sepasang sepatu baru, Anda bisa memilih satu sepatu lama yang sudah jarang digunakan untuk diberikan kepada orang lain. Cara ini membantu mencegah jumlah barang terus bertambah tanpa batas. Aturan tersebut tidak harus diterapkan secara kaku. Gunakan sebagai pengingat agar lebih bijak ketika membeli sesuatu.

Jangan Mudah Membeli Barang karena Tren

Media sosial membuat berbagai produk rumah tangga terlihat menarik. Mulai dari dekorasi, peralatan dapur, hingga tempat penyimpanan yang sedang populer. Namun, tidak semua barang yang terlihat bagus benar-benar dibutuhkan.

Sebelum membeli sesuatu, coba pikirkan apakah barang tersebut memang akan digunakan secara rutin. Jika hanya tertarik karena sedang tren, sebaiknya beri waktu beberapa hari sebelum memutuskan membeli.

Kebiasaan ini bisa membantu mengurangi pembelian impulsif. Selain membuat rumah lebih teratur, Anda juga dapat menghemat pengeluaran.

Manfaatkan Penyimpanan Secukupnya

Setelah melakukan decluttering, barulah Anda bisa melihat kebutuhan tempat penyimpanan yang sebenarnya. Jangan langsung membeli banyak kotak atau lemari sebelum memilah barang.

Pasalnya, terlalu banyak tempat penyimpanan terkadang justru membuat kita semakin mudah menyimpan barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Akhirnya, barang hanya berpindah dari lantai ke kotak penyimpanan tanpa benar-benar berkurang.

Pilih tempat penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan. Gunakan kotak untuk barang kecil, rak untuk buku atau koleksi, dan lemari untuk barang yang memang perlu disimpan dalam jumlah lebih banyak. Pastikan barang yang paling sering digunakan berada di tempat yang mudah dijangkau.

Jangan Terlalu Terikat dengan Barang

Salah satu bagian tersulit dari decluttering adalah melepaskan barang yang memiliki kenangan. Foto lama, hadiah dari seseorang, pakaian tertentu, atau benda yang mengingatkan Anda pada suatu momen mungkin memiliki nilai emosional.

Anda tidak harus membuang semua barang sentimental. Jika benda tersebut memang penting, tentu boleh disimpan. Namun, cobalah memilih beberapa barang yang benar-benar memiliki makna.

Untuk benda yang berukuran besar, Anda juga bisa menyimpan kenangannya melalui foto. Dengan begitu, kenangan tetap ada tanpa harus memenuhi ruang di rumah.

Lakukan Decluttering Secara Rutin

Decluttering bukan kegiatan yang hanya dilakukan satu kali. Setelah rumah berhasil dirapikan, barang baru akan tetap masuk seiring waktu.

Karena itu, biasakan melakukan pengecekan secara berkala. Misalnya, setiap tiga atau enam bulan, luangkan waktu untuk melihat kembali isi lemari, dapur, kamar, dan area penyimpanan. Kebiasaan kecil ini akan membuat jumlah barang lebih mudah dikendalikan. Anda juga tidak perlu melakukan pekerjaan besar seperti decluttering dari awal lagi.

Decluttering rumah pada dasarnya adalah proses sederhana untuk mengurangi barang yang sudah tidak diperlukan agar ruang di rumah menjadi lebih nyaman dan mudah ditata. Kegiatan ini tidak harus dilakukan secara besar-besaran. Anda bisa memulainya dari satu ruangan, kemudian memilah barang berdasarkan kebutuhan, kondisi, dan frekuensi penggunaan.

Mulai dari lemari pakaian, dapur, meja kerja, hingga gudang. Pisahkan barang yang ingin disimpan, dijual, didonasikan, diperbaiki, atau dibuang. Setelah itu, biasakan untuk tidak membeli barang secara berlebihan dan lakukan decluttering secara rutin.

Rumah yang nyaman bukan berarti rumah yang dipenuhi banyak barang. Justru, dengan menyimpan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disukai, setiap sudut rumah bisa terasa lebih lega, rapi, dan menyenangkan untuk ditempati.

Jika Anda ingin memiliki hunian yang terjamin aman, nyaman dan juga terpercaya, Anda bisa temukan di Ray White Cikarang. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website Ray White Cikarang di https://cikarang.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!